Cerpen
“My Best Friends Story”
Created by: Aulia Nur Asri Apriliani
---o0o---
Pernah gak
kalian ngerasa punya sahabat yang absurd dan
bisa dibilang gila? Jika kalian bertanya padaku tentu aku akan menjawab Iya.
Aku mempunyai
tiga orang sahabat diantaranya si mata empat Salsa, si kecil nan mungil Fauziah
em... kalian bisa sebut dia Uji, dan satu lagi teman besar nan gemuk Mei. Tidak
jarang saat kami tengah berkumpul aku merasa seperti membawa seluruh masyarakat
masuk dalam perkumpulan kami. Dan sungguh kadang membuatku ingin sekali
menendang bokong mereka satu persatu.
Mereka
mempunyai karakter berbeda namun hampir mempunyai satu kebiasaan yang hampir
dimiliki oleh kami semua yaitu saling membully
satu sama lain. Dan kini akan ku ceritakan satu persatu tentang sahabat gila ku
itu.
Yang pertama
Uji. Dia termasuk sahabat karibku yang telah lama saling mengenal. Kami sudah
bersama saat menginjak Taman Kanak-kanak. Namun perlu diingat, dulu kami
bagaikan kucing dan anjing yang tidak pernah akur. Ada saja masalah jika kami
disatukan.
Dia itu
sifatnya seperti anak kecil dan terkadang hasrat besar ingin menendang jatuh
pada anak ini. Kata-kata yang hot dan
spicy dapat dengan senang hati keluar
dari bibirnya. Contohnya pada suatu moment aku pernah berkhayal.
“Stop! Jangan
bicara soal jones! Pacarku Baekhyun dia sedang bekerja mencari nafkah di
korea.”
Tiba-tiba
dia membalas perkataanku seenak bokongnya, “Emang Baekhyun mau sama kamu?”
Sebuah
pertanyaan pendek itu mampu membuat gairah menendang bokongnya bergejolak di hati.
Aku menatap datar wajahnya dan dia malah tertawa terpingkal-pingkal sambil
memegang perut.
Sungguh Uji
memang beda dari seluruh species
makhluk hidup di muka bumi ini. Namun perlu dicatat dia itu salah satu korban php kakak kelasnya. Dan sekarang dia
sedang berhijrah dijalan yang benar.
Sahabat
keduaku bernama Salsa. Dia satu-satunya sahabat karibku yang mempunyai mata
empat. Terkadang dia lemot dan menyebalkan. Dibalik kekurangan itu dia
mempunyai kesabaran yang penuh dan hati yang lembut. Hingga sampai sekarang dia
masih diperkirakan sulit untuk berpaling dari mantan berondongnya.
Dia teman
yang bisa diajak dewasa dan childish.
Dewasa saat dia menghadapi seseorang yang patah hati dan childish jika dia butuh kasih sayang dari seseorang. Hingga suatu
hari dia pernah mendatangi rumahku dengan wajah yang ditekuk. Aku bertanya dan
dia menjawab sendu.
“Pril,
Faisal jahat sama aku.” Adunya kepadaku. Wajahnya dia tekuk dan matanya
terlihat berkaca-kaca.
Memang
sahabatku yang kedua ini pernah menjadi korban tikungan orang lain. Dan rasanya
itu menyakitkan. Aku hanya bisa melihatnya dan bernyanyi dalam hati, “Terangkanlah....terangkanlah.... jiwa yang
berlabu langkah penuh dosa... Ampunilah,” itulah sepenggal lagu Opick yang
kunyanyikan dalam hati untuk Faisal.
Dan yang
terakhir sahabat karibku yang paling besar nan gemuk, Mei. Si pecandu kacang
ijo dan susu imulka. Dia mempunyai selera yang tinggi dan selera makan yang
besar. Dia tidak akan berhenti mengunyah jika belum ada suara yang keluar dari
mulutnya. Dan dia akan cepat makan jika perutnya sudah mengeluarkan alarm. Si rajin eat.
Dia memiliki
sifat yang manja dan perhatian namun cepat meledak jika diganggu. Sahabatku
yang satu ini memiliki kepridian yang kadang kurang dimengerti. Kadang-kadang
baik dan kadang-kadang dapat berubah lebih menyebalkan dari orang lain.
Dia bisa
disebut Mak comblang. Karena hobby nya menjodohkan makhluk-makhluk
yang tidak memiliki pasangan dan makhluk yang terlihat butuh kasih sayang
menurutnya. Seperti pada satu tahun yang lalu, kami pernah memiliki satu teman
dekat yang bernama Nita. Teman kami yang bertubuh kurus dan angkuh. Mei mencoba
untuk menjodohkan Nita dengan saudara laki-lakinya. Dan satu peristiwa saat
kami hendak pergi ke supermarket menggunakan satu motor, tiba-tiba kami bertemu
Fazar -saudara laki-laki Mei- yang hendak pulang kerumah. Mei lantas
memberhentikan motornya dan berkata,
“Fazar,
temanku yang satu lagi kamu antar ya!”
Fazar diam
tidak membalas perkataan Mei. Aku dan Nita saling menatap satu sama lain. Yang
dimaksudnya Aku atau Nita?
"Nita, turun. Kamu ikut sama Fazar.”
Nita diam
sebentar dan menatapku. Dan tak lama kemudian dia turun dan pindah motor.
Setelahnya
kami pun berkendara dengan kecepatan sedang. Fazar dan Nita mereka ada didepan
dan aku bersama Mei dibelakangnya. Ah!
Jadi pengawal orang pdkt.
Aku bertanya alasan Mei. Mei
menjawab dengan santai kalau dia berniat menjodohkan mereka. Aku ingin menjitak
kepalanya namun sesuatu menyentuh wajah dan mataku dengan tidak sopan.
“Mei,
rambutmu!” aku berkata sambil membenarkan rambut Mei yang menghinggapi wajahku.
Namun sahabatku itu tidak menghiraukan perkataanku. Dia dengan seenak jidatnya
menambah laju motornya dan aku hampir terjungkal kebelakang.
Itulah
cerita sahabat-sahabat SGMku. Walaupun mereka seperti itu dan kadang membuatku
ingin menendang mereka, mereka tetap sahabat terbaik yang ada dipermukaan bumi
ini. Mereka yang membuat cerita hidupku menjadi berwarna walaupun tanpa ada seorang
kekasih disampingku. Mereka yang membuat ceritaku hidup dan indah. Mereka
adalah wadah terpenting yang pernah aku miliki. Yang tidak akan pernah aku
rusak sampai kapanpun. Mereka sesuatu yang harus ku jaga sampai kapanpun.
Mereka adalah segalanya selain orang tuaku yang mendengarkan keluh kesah
hidupku. Terima kasih sahabatku, You’re my Everything.
End.
Komentar
Posting Komentar